Kostum Pencarian by Google


Elektronika Dasar - Komponen Dioda


Terjemahan Bahasa by Google


Kostum Pencarian by Google
Custom Search

Ada 2 kategori komponen elektronik yang kita ketahui pada umumnya, yaitu:
  1. Komponen Pasif - (tidak membutuhkan sumber daya listrik dan bersifat komponen pendukung).
  2. Komponen Aktif - (membutuhkan sumber daya listrik dan bersifat komponen ).
Komponen Pasif adalah Komponen elektronik yang tidak membutuhkan tegangan listik untuk daya kerjanya. Komponen Pasif ini adalah komponen penunjang pada Komponen Aktif. Beberapa contoh komponen pasif ini, antara lain: Resistor dan Kapasitor.

Sedangkan Komponen Aktif adalah komponen yang memerlukan sumber daya listrik dalam penggunaannya, antara lain: Dioda, Transistor, dan IC (Integrated Circuit), tentu saja agar Komponen aktif ini dapat berfungsi dengan semestinya, selain memerlukan sumber daya listrik (tegangan), juga diperlukan komponen penunjang lainnya (komponen pasif) termasuk resistor dan kapasitor dll. Kerusakan pada komponen penunjang tersebut menyebabkan komponen aktif tidak dapat berfungsi dengan benar.

Komponen Elektronik aktif - Dioda


Dioda seperti telah diterangkan diatas adalah merupakan salah satu Komponen aktif pada sebuah rangkaian elektronika. Dioda merupakan komponen yang besifat Semi Konduktor (setengah penghantar), yang mempunyai 2 Kutub Positif dan Negatif yang disebut dengan : Anoda dan Katoda. Komponen elektronik Dioda ini mempunyai beberapa Karakteristik, Jenis dan fungsi masing masing, seperti dibawah ini:

Jenis Jenis Dioda

  • Dioda Silicon (Rectifier) - Dioda ini berfungsi sebagai Penyearah arus Bolak balik (AC) menjadi arus Searah (DC). Dioda jenis ini biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan besaran kuat arus (Ampere).
  • Dioda Silicon (Bridge Rectifier) - Terdiri dari 4 buah Dioda Silicon yang berfungsi sebagai Penyearah pada Arus  AC (Alternatif Current) menjadi Tegangan  DC (Direct Current) pada rangkaian Power Supply. Seperti halnya diatas, Dioda jenis ini biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan besaran kuat arus (Ampere).
Gambar Dioda Jembatan (Bridge Rect)
Bentuk Fisik dan Simbol Dioda Bridge Rectifier (Dioda Jembatan)


Pada dasarnya Dioda Bridge ini terdiri dari 4 buah dioda (yang dirangkai dengan sistem jembatan/bridge) terpadu. Bentuk Fisik dari dari Dioda Bridge Rectifier (Bridge Rect) ini bermacam macam, salah satunya seperti ditunjukkan pada gambar diatas.
  • Dioda Zener - Dioda Zener ini berfungsi sebagai pembatas tegangan sesuai dengan yang telah ditentukan. Daya kerja dioda zener ini tertera pada badan (body) komponen tersebut, sebagai contoh: jika nilai dioda tersebut tertera 6,2 atau 6V2, maka tegangan Katoda akan konstan (tetap) DC 6,2 Volt meskipun sumber tegangan pada dioda zener ini, mempunyai nilai lebih tinggi. (Catatan: Jika nilai tegangan melebihi toleransi/batas pada Dioda Zener tersebut, maka akan menyebabkan hubungan pendek (Short) pada komponen ini. Dioda Zener ini banyak sekali ditemukan pada rangkaian Power Supply, Stabilizer, AC Matic Power Regulator dan System Proteksi).
Bentuk Fisik Dioda Zener dengan Bahan Kaca
Bentuk Fisik Dioda Zener (Zener Diode)
  • Dioda Germanium (Ge) - Dioda ini terbuat dari bahan Germanium (Ge), Dioda Germanium (Germanium Diode) ini mempunyai karakteristik perataan lebih halus dengan dengan arus yang sangat kecil pula, sehingga Dioda jenis Germanium ini, sangat banyak digunakan untuk perata/penyearah/detektor Sinyal baik berupa Audio atau Video.
Gambar Germanium Diode / Dioda Kaca
Bentuk Fisik dan Symbol Komponen Dioda Germanium (Ge)
Gambar diatas menunjukan salah satu bentuk dari Dioda Germanium (Germanium Diode) dengan Kode Warna Merah pada body komponen tersebut.
  • Light Emitting Diode (LED) - Dioda jenis ini sangat umum ditemukan pada perangkat elektronik, Light Emitting Dioda yang berarti Dioda yang memancarkan Cahaya. LED ini sering pula digunakan sebagai Lampu Indikator, Lampu Display dll.
Gambar Fisik Lampu LED dan Lambangnya
Bentuk Fisik dan Simbol Komponen Light Emitting Diode (LED)
Light Emitting Diode (LED) ini sangat beragam macamnya baik bentuk maupun warnanya. LED ini mempunyai karakteristik dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah.

Ada beberarap jenis Dioda yang lain serta mempunyai karakteristik berbeda pula, sepert dioda SCR. Jenis ini banyak dipergunakan pada rangkaian elektronik dengan sumber daya listrik cukup tinggi (sekitar 110V ~ 220V).


Cara Mengetahui Kerusakan dan Posisi Kaki Anoda atau Katoda sebuah Dioda menggunakan AVOmeter


Berikut ilustrasi untuk mengetahui posisi Anoda atau Katoda pada kedua kutub/kaki Dioda tersebut:
Cara Menentukan Posisi Anoda dan Katoda ketika Mengukur sebuah Dioda
Latak / Posisi Anoda dan Katoda pada Pengukuran Komponen Dioda
  1. Siapkan Avometer, kemudian posisikan pada Ohm meter pada kalibrasi X1 (posisi ini umum digunakan untuk mengukur kabel/jalur yang putus pada sebuah perangkat elektronik).
  2. Tempelkan Probe + (warna Merah) pada kutub/kaki Anoda dan
  3. Tempelkan Probe - (warna Hitam) ke kutub/kaki Katoda
Maka Jarum pada AVOmeter akan bergerak naik (kearah kanan) dengan perkiraan seperti ilustrasi/gambar di atas, kemudian balik posisi kedua Probe tersebut, maka pada Jarum AVOmeter akan diam (tidak bergerak sama sekali), hal ini menandakan bahwa komponen Dioda tersebut masih dalam kondisi Baik (Normal).
  • Ulangi poin 2 dan 3 tersebut diatas apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak sangat tinggi (melebihi gambaran di atas), maka kemungkinan di Dioda tersebut sudah bocor (Short).
  • Untuk memastikan, kemudian balik posisi kedua Probe tersebut, apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak naik, maka kemungkinan Dioda tersebut sudah setengah Short, apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak naik tinggi, maka dapat di pastikan komponen Dioda tersebut sudah Short (Korslet), kerusakan setengah Short atau Shot tinggi ini, tetap harus dilakukan penggantian komponen.

Informasi tambahan
  • Kerusakan pada komponen ini, umumnya disebabkan oleh kelebihan beban, short komponen di atasnya, sehingga dapat menyebabkan komponen ini rusak Short (korslet), Pecah dan Putus.


Share this article :

0 Komentar untuk "Elektronika Dasar - Komponen Dioda"

Seluruh KOMENTAR akan DITERBITKAN, Kecuali:

* KOMENTAR SARA, PORNOGRAFI, SPAM maupun SCAM

Catatan:

* Mohon Perhatikan secara Cermat..! Jika ada Komentar yang bersifat "KOMERSIAL", agar tidak ada PIHAK yang merasa DIRUGIKAN dan MERUGIKAN..!

* Dimohon agar memberikan Komentar, Link ataupun Informasi lainnya, sesuai dengan Topik pada Halaman tersebut di atas.

* Komentar yang tidak sesuai dengan Topik, kemungkinan akan di hapus Permanen.

* Seluruh "Komentar, Saran dan Kritik" akan diperhatikan untuk Perbaikan Kedepannya.

Back To Top