Kostum Pencarian by Google


Elektronika Dasar - Mengenal Komponen Resistor


Terjemahan Bahasa by Google


Kostum Pencarian by Google
Custom Search

Resistor sering disebut juga dengan Tahanan atau Weerstand (bhs Belanda), adalah sebuah komponen elektronika Pasif, yang berarti Komponen ini dapat bekerja tanpa memerlukan tegangan sebagai sumber dayanya.

Fungsi Resistor


  1. Menahan (memperkecil) Laju/Kuat Arus (Ampere/Watt)
  2. Pembatas Tegangan (Volt)
Resistor merupakan komponen Pasif elektronika karena Tidak memerlukan sumber arus untuk Daya Kerjanya
Seperti kita ketahui, hampir disemua alat elektronika (Radio, Televisi, Handphone, Komputer dll) mempergunakan RESISTOR ini, yaitu; Komponen Elektronika Pasif (Tidak Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya) ini, untuk mendukung berfungsinya Komponen Elektronika Aktif (Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya, seperti: Transistor dan IC) tersebut.


Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus dan Tegangan


Seperti keterangan diatas Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus serta Pembatas Tegangan, seperti telah kita ketahui bersama, setiap Komponen Elektronika Aktif, mempunyai batas batas nilai toleransi antara Arus dan Tegangan, yang telah ditentukan berdasarkan Fungsi / Kegunaannya, oleh karena itulah dibutuhkan sebuah komponen yang bernama Resistor ini.


Nilai Resistor di sebut dengan satuan OHM


Resistor ini mempunyai Nilai resistansi yang berbeda beda, dengan satuan yang disebut OHM dengan lambang atau symbol Ω (diambil dari akhiran nama penemu Resistor tersebut, yaitu; George Simon Ohm, seorang ahli matematika, berkebangsaan Jerman.

Resistor ini pada umumya mempunyai Kode Gelang Warna pada body komponen tersebut, Nilai Resistansi dan Toleransi pada sebuah resistor adalah ditentukan dengan Kode Gelang Warna tesebut.
Resistor ini pada umumnya Mempunyai 4 Kode Gelang Warna dimana kode gelang terakhir diberi kode warna EMAS sebagai nilai Toleransi.

Pada dasarnya Tegangan Listrik dan Komponen Elektronika menggunakan satuan sebagai berikut:

  1. 1000 = 1K (Kilo)
  2. 1000K = 1M (Mega)
  3. 1000M = 1G (Giga)

Jadi setiap 1000 Ohm sama dengan 1 Kilo Ohm (1K Ω), namun jika 1200 Ohm sama dengan 1,2 Kilo Ohm (1,2K) atau lebih sering ditulis dengan 1K2.

Begitu pula 1000K sama dengan 1 Mega Ohm (1M Ω), namun jika 1200 Kilo Ohm sama dengan 1,2 Mega Ohm (1,2M) atau lebih sering ditulis dengan 1M2.


Cara Mengetahui dan Menghitung Nilai Resistor



Seperti telah dijelaskan pada keterangan diatas, Kode Gelang Warna terakhir Resistor adalah diberi kode warna EMAS, berarti ada 3 kode gelang warna diatasnya, lihat contoh gambar dibawah;\



Cara Menghitung Nilai Resistor 1 Ohm
Kode Resistor 1 Ohm

Gambar diatas menunjukan bahwa ada dua warna Emas sebagai nilai toleransi pada resistor tersebut. Nilai toleransi pada gelang ke 3 dan ke 4 tersebut, berarti tidak dihitung sebagai kode resistansi / nilai tahanan (diabaikan), sedangkan gelang ke 1 dan ke 2 adalah (merupakan) nilai resistor tersebut. Berikut dibawah ini perhitungan nilai resistansi pada resistor tersebut.

* Gelang Pertama - Coklat bernilai 1 : Digit pertama nilai resistor tersebut.
* Gelang Kedua - Hitam bernilai 0 : Digit kedua nilai resistor tersebut. Karena digit kedua ini bernilai nol (0) berarti tidak ada nilainya atau sama dengan 0, sehingga tidak termasuk nilai / tidak dihitung.
* Gelang ketiga - Emas bernilai (toleransi) : Gelang ketiga ini merupakan kode penentu banyaknya digit pada satuan nilai tahanan resistor tersebut, sebagai contoh: jika gelang ketiga ini berwarna Merah maka berarti 2 digit (00), jika berwarna Orange berarti 3 digit (000), jika berwarna Kuning berarti 4 digit (0000), jika berwarna Hijau berarti 5 digit dan seterusnya.. lihat tabel dibawah ini:

Warna Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 Gelang 4
Hitam 0 0 0
Coklat 1 1 0
Merah 2 2 00
Orange 3 3 000
Kuning 4 4 0.000
Hijau 5 5 00.000
Biru 6 6 000.000
Ungu 7 7 0.000.000
Abu - Abu 8 8 00.000.000
Putih 9 9 000.000.000
Emas - - - 5%
Perak - - - 10%

Seperti contoh, (kita ulangi) pada gambar diatas adalah resistor dengan nilai resistansi 1 Ohm, dengan perhitungan seperti dibawah ini:


* Gelang Pertama : Coklat bernilai 1
* Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)
* Gelang Ketiga : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi)
* Gelang Keempat : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi), jadi hanya ada angka 1 yang mewakili nilai tersebut atau sama dengan 1Ω (Ohm)

Berikutnya Resistor dengan Nilai 10 Ohm:

*Gelang Pertama : Coklat bernilai 1

* Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)
* Gelang Ketiga : Hitam bernilai 0 - ini adalah kode digit 0
* Gelang Keempat : Emas (Toleransi), jadi yang bernilai adalah hanya gelang pertama dan gelang ketiga, atau secara mudahnya kita buat -> 1 0 0 atau sama dengan 10 Ohm, namun jika gelang ketiga mempunyai nilai diatas 0, maka gelang kedua akan dihitung meskipun bernilai 0, karena gelang kedua ini merupakan nilai penghubung. lihat perbedaan antara resistor 10Ω (Ohm) dan 100 Ohm pada gambar dibawah ini..

Kode Gelang Warna pada Resistor 10 Ohm dan 100 Ohm


Cara Menghitung Nilai Resistor 10 Ohm / 100 Ohm
Resistor 10 dan 100 Ohm
Lihat ketika Gelang ketiga berwarna Merah yang berarti mempunyai nilai 2 (lihat tabel diatas, tertulis: 00) yang berarti: Coklat  = 1, Hitam = 0, Merah = 00 sama dengan 1 0 00 yang berarti 1000 Ω (1K Ohm), lihat juga Gelang kedua (nilai penghubung) berwarna Merah, yang berarti: Coklat = 1, Merah = 2, Merah = 00 maka sama dengan pula 1 2 00 yang berarti 1200 Ω (1,2K Ohm) sering pula ditulis dengan 1K2, demikian seterusnya, lihat seperti gambar dibawah ini:

Kode Gelang Warna pada Resistor 1000 Ohm (1K) dan 1200 Ohm (1.2K)


Cara Menhitung Nilai Resistor 1000 Ohm dan 1200 Ohm
Resistor 1K dan 1K2


Sebagai gambaran lagi, lihat gambar resistor dengan nilai resistansi 100.000 Ohm atau 100K Ω, pada gambar di bawah ini 

Cara Menghitung Kode Gelang Warna pada Resistor 100.000 Ohm (100K)


Cara Menghitung Resistor 100.000 Ohm / 100K
Resistor 100K
Demikianlah secara singkat mengenai komponen elektronik yang bernama resistor ini, semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang baru belajar dan mengenal komponen elektronik tersebut. Sebenarnya masih banyak detil informasi serta beberapa jenis dari Komponen Resistor ini , dan kami pun menyarankan anda mencari referensi lainnya untuk melengkapi informasi yang mungkin tidak tersedia pada halaman ini.

Lihat pula halaman terkait: "Komponen Elektronik Pasif - Resistor", Keterangan tentang Macam dan Jenis jenis Resistor yang Umum beredar di pasaran.


Share this article :

0 Komentar untuk "Elektronika Dasar - Mengenal Komponen Resistor"

Seluruh KOMENTAR akan DITERBITKAN, Kecuali:

* KOMENTAR SARA, PORNOGRAFI, SPAM maupun SCAM

Catatan:

* Mohon Perhatikan secara Cermat..! Jika ada Komentar yang bersifat "KOMERSIAL", agar tidak ada PIHAK yang merasa DIRUGIKAN dan MERUGIKAN..!

* Dimohon agar memberikan Komentar, Link ataupun Informasi lainnya, sesuai dengan Topik pada Halaman tersebut di atas.

* Komentar yang tidak sesuai dengan Topik, kemungkinan akan di hapus Permanen.

* Seluruh "Komentar, Saran dan Kritik" akan diperhatikan untuk Perbaikan Kedepannya.

Back To Top