Kostum Pencarian by Google


Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik (TV)


Terjemahan Bahasa by Google


Kostum Pencarian by Google
Custom Search

Peralatan Umum yang digunakan pada Perbaikan Perangkat Elektronik rumah tangga
Perangkat Servis Butut kepunyaan "DeepMechines"
Multitester - Multitester sering disebut juga dengan Avometer, yang berarti: AVO berarti: A adalah Ampere (untuk mengukur besaran Arus listrik), Voltage (untuk mengukur Voltase atau tegangan) sedangkan O berati Ohm (untuk mengukur beban hambatan pada arus listrik). Tanpa AVO meter ini, mustahil kita dapat mengetahui secara jelas, kerusakan komponen yang ada perangkat elektronik tersebut.
Solder + Timah patri - Solder mutlak diperlukan untuk menyambung dan mematri kembali komponen yang sudah rusak ataupula jalur yang terputus dengan timah patri.
Solder Pump (Penyedot Timah) -  Sedotan ini juga penting dan digunakan ketika ingin melepas komponen yang rusak dari Printed Circuit Board (PCB), dan mengganitnya dengan yang baru.
Obeng - Obeng digunakan untuk melepaskan  dan memasang kembali baut / mur pada tutup casing maupun board (papan mesin) elektronik/tv tersebut.
Tang Potong - Tang potong sering digunakan untuk memotong kabel dan kaki komponen ketika terjadi penggantian part baru, dimana mungkin ada sisa kelebihan panjang dari kaki komponen tersebut, serta beberapa kegunaan lainnya.

Gambar Peralatan untuk Service Elektronik, Televisi, Radio dan Elektronik lainnya
Perangkat Service Elektronik / TV
Sebenarnya masih ada beberapa perangkat perbaikan elektronik lanjutan lainnya, namun dengan peralatan di atas sebenarnya sudah cukup memadai untuk praktik perbaikan elektronik termasuk televisi, tentu saja kedepannya perangkat perbaikan ini, harus di perlengkapi agar proses pengerjaan kerusakan bisa lebih cepat dan akurat.

Tegangan Utama pada Blok Regulator Power Supply pada Televisi (Brand China)


Regulator Power Supply (Output) - Power Regulator ini sering disebut juga Power Switching / Power Supply, yaitu: sebagai catu daya pada perangkat Televisi. Power Regulator ini umumnya mengeluarkan tegangan untuk catu daya utama, yaitu:
  • Tegangan Horizontal - dari sekitar 90V hingga 125V
  • Tegangan System - sekitar 12V, pada selanjutnya dipecah menjadi 5V dan 8V / 9V untuk tegangan IC Program dan IC Chroma yang berfungsi menjalankan system pada perangkat pesawat televisi tsb.
  • Tegangan Audio - 16V hingga 18V, tegangan ini untuk menyuplai Audio Power Amplifier pada pesawat televisi tersebut
Catatan: Pada masa sekarang ini, dikebanyakan mesin TV China, mempunyai lebih banyak tegangan Output pada regulator nya, sebagai pengganti beberapa tegangan yang sama pada flyback untuk pesawat televisi pabrikan Jepang ataupun Korea yang terdahulu.

Blok IC Program (Micom)

  • IC Program (Micom) - Blok ini mempunyai komponen utama yaitu: IC Program beserta Memory, dimana seluruh kode pengaturan pada mesin TV  tersimpan, antara lain: System Warna/Suara, Kanal/Saluran TV, dan masih banyak lagi pengaturan lainnya tersimpan disini.

Blok IC Chroma (Gambar, Suara, Warna dan Pembangkit Pulse (Osilator) Vertikal, Sync, Horizontal dll)

  • IC Chroma - Blok ini mempunyai komponen utama yaitu: IC Chroma, pada blok inilah semua bentuk gelombang listik diproses untuk menghasilkan Suara (Blok Suara) dan Gambar (Blok Video dan Sinkronisasi Vertikal/Horizontal) dengan Warna (Blog Warna) yang dapat dilihat melalui sebuah Tabung Gambar atau sering disebut dengan CRT.

Blok Horizontal Output

  • Pembangkit Frekwensi Horizontal yang bermuara pada IC Chroma, kemudian di kuatkan oleh Driver Horizontal, selanjutnya di kuatkan ratusan kali pada Transistor Output yang terhubung pada Trafo Flyback, sehingga membangkitkan tegangan mencapai 10.000 Volt (bahkan lebih) pada Anoda nya, yang berfungsi untuk menyalakan Tabung Hampa pada Layar Televisi.

Blok Vertikal Output

  • Pembangkit Frekwensi Vertikal yang bermuara pada IC Chroma ini, kemudian di kuatkan oleh Penguat Vertikal Output yang pada sekarang ini sangat umum menggunakan komponen elektronik yang di sebut IC Vertikal. IC Vertikal ini membutuhkan tegangan Rendah, sekitar: 24 Volt hingga 28 Volt, Kerusakan pada blok ini menyebabkan Layar Tampil dengan Garis Melintang (kanan kiri) pada bagian Tengah Layar

Blok Audio/Sound

  • Pembangkit Frekwensi Suara yang bermuara pada IC Chroma, kemudian di kuatkan oleh Penguat Suara yang pada sekarang ini sangat umum menggunakan komponen elektronik yang di sebut IC Suara, IC Suara/Sound ini membutuhkan tegangan Rendah, sekitar: 12 Volt hingga 18 Volt, Kerusakan pada blok ini menyebabkan Tidak terdengarnya Suara pada Loudspeaker TV.

Beberapa Tegangan Penting yang terdapat pada Pesawat Televisi (TV)

1. Tegangan +185V - Tegangan +185 ini berfungsi sebagai catu daya 3-Katoda (RGB) pada Tabung Gambar (CRT)
  • Tidak adanya tegangan ini, menyebabkan tidak ada gambar pada layar (sering tampak pada layar "Bergaris seperti buku tulis, namun agak miring" sering kalangan teknisi menyebutnya "Blanking").
  • Tegangan ini pada kebanyakan TV pabrikan Jepang / Korea biasanya terdapat pada kaki Flyback, sedangkan pada kebanyakan TV China tegangan ini, diambil dari tegangan Output regulator, yang memang tersedia khusus tegangan +185V tersebut.
2. Tegangan 90V ~ 125V - Tegangan 90V ~ 125V ini selalu berada pada Tegangan Output utama dari setiap Power Regulator TV tersebut, berfungsi sebagai catu daya Tegangan Horizontal, Tegangan Standar setiap pesawat televisi umumnya sekitar +115V, namun pada beberapa merek tertentu, terkadang ada yang lebih bahkan adapula yang kurang, sebagai contoh: beberapa jenis TV Panasonic menggunakan tegangan 90V sedangkan jenis Samsung sebagian bahkan ada yang menggunakan tegangan (sekitar 125V hingga 135V). Kerusakan tidak adanya Tegangan Utama ini akan menyebabkan TV Mati Total / Standby. Mungkin bisa kita bagi 2 besar Penyebab Kerusakan yang sering ditemui pada umumnya, yaitu;
  • Internal Regulator - Disebabkan Power Regulator itu sendiri, sehingga tidak ada tegangan sama sekali.
  • Eksternal Regulator (Tegangan Output) - Kerusakan ini sering terjadi pada Dioda Penyearah +115V, Elco Filter 100mF - 220mF / 160V - 200V, bisa juga disebabkan Short / Korslet pada Flayback dan Transistor Horizontal , yang menyebabkan tegangan 90V ~ 125V ini Drop atau bahkan tidak ada sama sekali.
3. Tegangan 24V - Tegangan 24V ini merupakan Tegangan catu daya untuk IC Vertikal pada umumnya. Tegangan ini biasa terdapat pada Flyback, pada beberapa jenis TV, adapula yang mempunya tegangan dua fasa, yaitu 14V x 2 sehingga dihasillkan -14V dan +14V (seperti kebanyakan pada TV Polytron). Pada kebanyakan TV merek China, tegangan 24V ini, biasanya terdapat pada tegangan output power regulator, selain sebagai catu daya IC Vertikal juga digunakan sebagai catu daya (transistor) Driver Horizontal. Kerusakan tidak adanya tegangan 24V ini, menyebabkan;
  • Tidak ada tegangan 24V untuk Vertikal - TV bergaris melintang (samping kiri dan kanan) tepat berada ditengah layar, pada jenis Televisi yang mempergunakan System Proteksi, maka TV akan Mati dalam keadaan Standby (protek).
  • Tidak ada tegangan 24V untuk Driver Horizontal (Khusus TV buatan China) - Sinyal dari Osilator horizontal tidak dapat diteruskan ke Penguat Transistor Horizontal, karena terputusnya sinyal / pulse horizontal yang dikarenakan, tidak adanya tegangan pada Driver Horizontal ini, TV akan Mati pada posisi Standby.
4. Tegangan 16V - Tegangan Audio ini banyak digunakan hampir disemua perangkat Televisi, tegangan ini digunakan untuk catu daya (power supply) Penguat Audio (Audio Amplifier), pada kenyataannya tegangan Audio ini, berkisar dari 16V ~ 18V tergantung tipe rangkaian Penguat Audio yang digunakan (perlu diketahui juga "Setiap jenis rangkaian Penguat Audio televisi berbeda, sehingga tegangan untuk catu daya Penguat Audio inipun mungkin saja berbeda-beda"), sehingga kita dapat mendengarkan suara pada pesawat televisi tersebut melalui alat pengeras suara yang sering pula disebut  dengan nama Loud Speaker.
5. Tegangan 12V -> Tegangan 12V pada selanjutnya akan dipecah menjadi 8V / 9V untuk tegangan IC Chroma dan 5V untuk tegangan IC Program dan Memory berserta komponen pendukung lainnya. Tegangan ini merupakan termasuk tegangan penting (utama) pada setiap perangkat televisi, yang merupakan prasyarat agar system pada pesawat televisi tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Demikian sekilas informasi tentang "Peralatan dan Pengetahuan Dasar Perbaikan TV" yang memang diperuntukkan bagi pemula pada khususnya, semoga artikel ini dapat kami sambung lagi pada kesempatan berikutnya, dan dapat bermanfaat juga.


Share this article :

0 Komentar untuk "Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik (TV)"

Seluruh KOMENTAR akan DITERBITKAN, Kecuali:

* KOMENTAR SARA, PORNOGRAFI, SPAM maupun SCAM

Catatan:

* Mohon Perhatikan secara Cermat..! Jika ada Komentar yang bersifat "KOMERSIAL", agar tidak ada PIHAK yang merasa DIRUGIKAN dan MERUGIKAN..!

* Dimohon agar memberikan Komentar, Link ataupun Informasi lainnya, sesuai dengan Topik pada Halaman tersebut di atas.

* Komentar yang tidak sesuai dengan Topik, kemungkinan akan di hapus Permanen.

* Seluruh "Komentar, Saran dan Kritik" akan diperhatikan untuk Perbaikan Kedepannya.

Back To Top