Kostum Pencarian by Google


Struktur Organisasi dan Keanggotaan Koperasi


Terjemahan Bahasa by Google


Kostum Pencarian by Google
Custom Search

Sebuah Badan Usaha memerlukan Struktur Organisasi, begitu pula dengan Koperasi, struktur organisasi pada Koperasi umumnya terdiri dari:


PENGURUS
  • Ketua
  • Wakil Ketua
  • Sekreataris I
  • Sekretaris II
  • Bendahara

BADAN ANGGOTA
  •  Ketua
  • Anggota
  • Anggota

MANAJER
  •  Nama:
    • Unit Kelistrikan
    • Pencatat Meteran

KABAG KEUANGAN
  • Bagian Akutansi
    • Unit Waserba (Warung Serba Ada)
  • Bagian Umum
  • Bagian Kasir
    • Unit RMU
    • Unit Perdagangan Umum
Pengembangan Anggota dan Struktur Organisasi Koperasi

Perkembangan Anggota


Sebagaimana "Tujuan Berdirinya Koperasi" adalah untuk Kesejahteraan Anggotanya, maka Perkembangan Anggota dapat dihitung sebagaimana berikut:

Jumlah Anggota awal = (contoh 2015-2016) 700 orang
Jumlah Anggota masuk (tambahan) = 300 orang
Jumlah Anggota keluar = 20 orang
berarti: 700 + 300 = 1.000 orang - 20 orang (keluar) = tersisa 980 orang.

Jadi jumlah Anggota keseluruhan sudah tercatat sebagaimana di atas, dikurangi dengan jumlah Anggota yang Keluar. Anggota yang keluar dari Koperasi ini, dapat disebabkan antara lain:
  • Meninggal Dunia
  • Mengajukan Permintaan berhenti atau bisa juga diberhentikan karena tidak Mentaati segala Ketentuan yang telah diberlakukan dan disepakati bersama.
  • Berpindah Tempat/Domisili.

Permodalan


Modal Koperasi didapatkan dari:
  • Modal Sendiri antara lain:
    • Simpanan Pokok - Modal didapatkan dari semua Anggota, dalam arti: setiap Anggota Koperasi diwajibkan untuk Membayar sejumlah Uang pada saat Mendaftarkan diri. Jadi modal ini yang menjadi Modal Pokok sebuah Koperasi.
    • Simpanan Wajib - Simpanan Wajib diperoleh dari Anggota Koperasi, sedangkan pembayarannya pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya: tiap bulan sama dengan Simpanan Pokok. Simpanan Wajib ini tidak boleh diambil selama yang bersangkutan masih menjadi Anggota Koperasi.
  • Dana Cadangan - Pada setiap akhir tahun Pembukuan, maka akan terdapat "Sisa Hasil Usaha (SHU)", yaitu: hasil usaha koperasi setelah dikurangi Penyusutan dan Biaya sebagian dari SHU dapat disisihkan untuk Menambah modal Koperasi, sedangkan selebihnya dapat dibagi sebagaimana berikut:
    • Untuk Cadangan Koperasi
    • Untuk para Anggota sebanding dengan Jasa yang dilakukan masing masing Anggota.
    • Untuk Dana Pengurus, Pendidikan Koperasi, Pembangunan daerah Kerja dan lain sebagainya.
  • Modal Pinjaman dari BUMN - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga dapat menjadi salah satu yang membantu Permodalan pada Koperasi.
Jenis Usaha yang dapat dilakukan sebuah Koperasi sangat beragam, diantaranya adalah: Pengadaan Pangan, Penjualan Alat/Kebutuhan Keluarga (Warung Serba Ada/Waserda), Peralatan Listrik dan lain sebagainya, sehingga Koperasi dapat bermanfaat sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bagi para Anggotanya.



Share this article :

Back To Top