Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1)


Terjemahkan Halaman ini ke Bahasa..


Perangkat Komunikasi pada umumnya berdasarkan 2 system, yaitu: Kirim (Transmit) dan Terima (Recieve), mungkin kita masih mengingat, beberapa mainan (pada masa kecil dahulu) Halo halo (demikian kami menyebutnya), yakni: Alat komunikasi mainan yang terdiri dari 2 buah kaleng susu yang diberi lubang ditengah tengahnya untuk memasukan Kawat sebagai media penghantar (getaran suara), ya.. Getaran Suara dari Pembicara dapat di dengar oleh Penerima menggunakan media Kaleng Susu melalui getaran suara yang merambat pada media penghantar Kawat yang dikencangkan tersebut, meski terdengar sangat pelan, hal ini dapat menjadi acuan dari perkembangan Teknologi Telekomunikasi modern,
Kenapa harus "Kawat"..?,  karena sebagaimana kita ketahui bersama, Kawat termasuk Logam yang merupakan Media Penghantar yang sangat Baik, jika dibandingkan dengan Media Penghantar lainnya, terlebih pada perangkat Elektronik maupun Listrik

Sebagaimana masa awal dirintisnya sebuah perangkat yang di sebut dengan Telepon, Fax yang pada awal mulanya masih menggunakan media penghantar kawat, namun seiring kemajuan Teknologi sekarang ini, Perangkat Komunikasi telah jauh berkembang semenjak di temukannya Telephone, Telegraph, Komunikasi Radio/Televisi dan Perangkat Komputer (PC) menggunakan Media Data Internet, lihat halaman: Perkembangan Masa Awal Internet.

Teori Dasarr Perangkat Komunikasi Menggunakan Alat sangat Sederhana
Image Source by: https://www.brilio.net/news/pernah-telpon-telponan-dengan-cara-ini-ini-penjelasannya-telepon-kaleng-susu-150609l.html
Gambar di atas merupakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana, dan merupakan cikal bakal ditemukan perangkat komunikasi modern seperti: Telepon, Faks dan lain sebagainya.

Sama sama tanpa mempergunakan Sumber Daya atau Battery, berikut "Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai" menggunakan 2 buah LoudSpeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik" yang menghasilkan rambatan suara lebih baik menggunakan media penghantar Kawat, sebagaimana gambarannya di halaman: Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai.

Di karenakan getaran suara yang dapat diterima pada Telinga (manusia) terdengar sangat pelan, maka pada selanjutnya, seiring perkembangan perangkat komunikasi ini, mengalami kemajuan dengan sistem Penguat suara elektronik, yang dikenal dengan "Power Amplifier" untuk memperkuat Amplitudo getaran Suara tersebut dengan Impulse Listrik baik pada Pengirim (Transmitter) maupun Penerima (Receiver), media Pengirim sekarang di rubah menggunakan "Microphone - Mic" dan Media Penerima dirubah menggunakan "LoudSpeaker - LS" sedangkan Media Penghantarnya masih menggunakan "Kawat", Jika kita masih ingat.. jaman Intercom dulu, maka Metode Teknologi komunikasi inilah yang digunakan pada masa masa penggunaan "Intercom" tersebut, berikut gambaran cara kerja dari Perangkat Komunikasi Intercom, sebagaimana gambar dibawah ini:

Gambar 1.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara (1) Pengirim (Transmitter)  dan (2) Penerima (Receiver) Suara pada Perangkat Intercom


Pemahaman Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Suara Intercom
Prinsip Dasar Komunikasi Intercom - Pengirim (Transmitter) dan Penerima (Receiver) -  (Gambar. 1)
Gambar 1.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Suara pada Perangkat Intercom. Pada Microphone: Getaran Suara dirubah menjadi Getaran Sinyal Listrik dan dikuatkan puluhan hingga rastusan kali oleh "Power Amplifier" pada perangkat tersebut dan disalurkan melalui Media Kawat sebagai Jalur Pembawa Getaran Sinyal Listrik, semakin jauh jarak antara keduanya, kekuatan sinyal getaran suara akan semakin lemah, maka pada perangkat Penerima akan dikuatkan kembali oleh Power Amplifier yang sudah dilengkapi dengan Pengatur Suara terdapat pada perangkat Penerima (Receiver).

Gambar 2.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara (1) Penerima (Receiver) dan (2) Pengirim (Transmitter) Suara pada Perangkat Intercom


Berikut adalah kebalikan dari Sistem yang terlihat pada gambar di atas, yakni: (1) sebagai Penerima (Receiver) dan orang ke (2) sebagai Pengirim (Transmitter) Suara,

Pemahaman Komunikasi 2 Arah antara Pengirim dan Penerima Suara Intercom
Prinsip Dasar Komunikasi Intercom - Pengirim (Transmitter) dan Penerima (Receiver) -  (Gambar. 2)
Gambar diatas menunjukan Prinsip Komunikasi 2 Arah, yakni: Input perangkat Amplifier dari orang ke (2) dirubah untuk Input Microphone (untuk mengirim suara - Transmitter), sedangkan Outputnya dirubah (untuk memperkuat amplitudo/gelombang suara pada Amplifier) selanjutnya disalurkan pada jalur/kawat untuk di kirimkan ke Penerima (Receiver), yaitu: orang ke (1).

Perhatikan tanda panah BIRU (garis putus-putus) pada gambar diatas adalah prinsip kebalikan dari tanda panah MERAH, tanda panah BIRU putus putus adalah prinsip sebagaimana dijelaskan pada gambar 1, sehingga terbentuk Komunikasi 2 Arah, yaitu: Kirim (Transceiver) dan Terima (Receiver) ataupun Terima (Receiver) dan Kirim (Transceiver) Suara.

Halaman selanjutnya: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)


0 Komentar untuk "Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1)"


Back To Top