Mekanisme Pencernaan Manusia (Hal 3)


Terjemahkan Halaman ini ke Bahasa..


Halaman sebelumnya: 

Air liur, yang berperan pada awal proses pencernaan, berfungsi membasahi makanan supaya makanan mudah dikunyah gigi dan turun melalui kerongkongan. Air liur juga merupakan zat khusus untuk mengubah, melalui sifat kimiawinya, zat pati menjadi gula.
Coba pikirkan apa yang terjadi andai air liur tidak dihasilkan di dalam mulut. Kita tidak akan mampu menelan apa pun atau bahkan berbicara karena mulut kita kering. Kita tidak akan mampu mengonsumsi makanan padat, dan harus meminum cairan saja.
Dalam sistem lambung terdapat keseimbangan yang menakjubkan. Di dalam lambung, makanan dicerna oleh asam klorida. Asam ini sangat kuat, sehingga dapat mencerna bukan hanya makanan yang masuk, me-lainkan juga dinding lambung. Namun, sebuah solusi disediakan untuk manusia: zat bernama mukus, yang dihasilkan selama proses pencernaan, melapisi dinding lambung dan
melindunginya dengan sangat baik terha-dap efek merusak dari asam tersebut. Dengan demikian, lambung tidak akan merusak dirinya sendiri. Terdapat kesesuaian sempurna antara asam pencerna makanan dan mukus yang dihasilkan untuk melindungi lambung dari asam tersebut.

Ketika kosong, Lambung tidak memproduksi cairan pengurai Protein (zat gizi yang berasal dari hewan seperti daging). Sebaliknya, cairan yang dihasilkan berbentuk zat tidak berbahaya tanpa sifat merusak. Begitu makanan berprotein memasuki lambung, asam klorida dihasilkan dalam lambung dan menguraikan zat netral ini menjadi protein. Dengan begitu, ketika lambung kosong, asam ini tidak melukai lambung yang juga terbuat dari protein.

Cairan di dalam lambung memperoleh kemampuan menghancurkan Protein setelah melalui serangkaian reaksi kimia. Bayangkanlah organisme yang sedang ber-evolusi, namun transformasi kimia ini tidak dapat terjadi di dalam lambungnya. Jika cairan di dalam lambung tidak mampu menghancurkan protein, organisme tersebut tidak akan mampu mencerna makanan, dan pada akhirnya akan mati dengan se-bongkah makanan yang tidak tercerna dalam lambungnya.

 Marilah kita melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda. Sel-sel lambung memproduksi asam di dalam perut. Baik sel ini maupun sel lain di bagian tubuh lain (misalnya sel mata) merupakan sel kembar yang berasal dari pembelahan sel tunggal awal di dalam rahim ibu. Lebih jauh lagi, kedua jenis sel ini mempunyai kombinasi genetis yang sama. Ini berarti, bank data pada kedua sel sama-sama mengandung informasi genetis tentang protein yang dibutuhkan mata dan asam yang digunakan di dalam lambung.

Namun, dengan ketundukan pada Perintah dari suatu Sumber yang tidak diketahui, di antara juta-an informasi yang ada, Sel Mata hanya menggunakan informasi untuk Mata dan Lambung hanya menggunakan informasi untuk Lambung.
Apa yang terjadi andaikan sel Mata yang memproduksi Protein yang dibutuhkan mata (karena sesuatu hal yang tidak diketahui) mulai memproduksi Asam yang digunakan di dalam Lambung karena memang memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memproduksinya?, Andaikan hal seperti ini terjadi, seseorang akan melumat dan mencerna matanya sendiri.

Marilah kita teruskan meneliti Keseimbangan yang menakjubkan di dalam tubuh kita:

Proses pencernaan selanjutnya juga terencana dengan baik. Bagian makanan hasil cernaan yang berguna diserap oleh lapisan Usus halus dan berdifusi dalam darah. Lapisan usus halus ditutupi lipatan-lipatan lateral yang mirip kain kusut. Dalam setiap lipatan terdapat lipatan lebih kecil yang disebut “Villus”. Lipatan ini meningkatkan penyerapan usus secara luar biasa. Pada permukaan-atas sel yang meliputi villus terdapat tonjolan kecil yang disebut Mikrovillus.

Tonjolan ini menyerap makan dan berfungsi sebagai Pompa. Bagian-dalam pompa ini terhubung dengan sistem peredaran darah melalui sistem pengangkutan yang dilengkapi dengan berbagai rute. Beginilah cara zat gizi yang telah diserap mencapai seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

Setiap Villus memiliki hampir 3000 Mikrovillus. Daerah sebesar satu milimeter persegi pada lapisan usus halus ditutupi oleh kurang-lebih 200 juta mikrovillus. Pada daerah seluas satu milimeter persegi, 200 juta pompa bekerja tanpa rusak atau lelah untuk mempertahankan hidup manusia. Pompa yang begitu banyak ini, yang normalnya mengambil wilayah yang sangat luas, di-mampatkan ke dalam ruang yang sangat kecil. Sistem ini mempertahan-kan hidup manusia dengan memastikan tubuh memanfaatkan makanan yang dikonsumsi semaksimal mungkin,

Referensi
Halaman Selanjutnya:

0 komentar

 

πŸ“‘About us | ☎ Contact us | πŸ“£ Privacy Policy | πŸ“ Term of Service