Keseimbangan Suhu dan Atmosfer Bumi (Hal 19)


Terjemahkan Halaman ini ke Bahasa..


Halaman Sebelumnya

Keseimbangan Suhu dan Atmosfer Bumi

A) Permukaan bumi harus tetap berada pada suhu sedang, dalam kisaran tertentu. Untuk itu:
1. Bumi harus berada pada jarak tertentu dari matahari. Jarak ini menentukan banyaknya energi panas matahari yang mencapai bumi. Perubahan sedikit saja orbit bumi mengitari matahari - baik lebih dekat maupun lebih jauh - akan mengakibatkan perubahan besar dalam banyaknya energi panas matahari yang mencapai bumi.

Perhitungan menunjukkan bahwa berkurangnya panas yang mencapai bumi sebesar 13%  menyebabkan Bumi akan diselimuti lapisan es setebal 1.000 meter. Hal sebaliknya akan terjadi, jika: sedikit saja panas bumi yang mencapai bumi meningkat..! dapat menyebabkan seluruh makhluk hidup di bumi akan hangus terpanggang.

2. Suhu permukaan bumi harus homogen. Untuk ini, bumi harus melakukan rotasi pada sumbunya dengan kecepatan tertentu (1.670 km/jam di khatulistiwa). Bila kecepatan rotasi bumi melebihi batas tertentu, atmosfer akan menjadi sangat hangat. Meningkatnya suhu atmosfer ini mengakibatkan bertambah cepatnya molekul gas lepas dari bumi, sehingga atmosfer bumi akan lenyap ke angkasa.
Andaikan kecepatan rotasi bumi lebih lambat, kecepatan molekul gas lepas dari bumi akan menurun. Molekul gas tersebut akan menghilang karena terserap oleh bumi akibat efek gravitasi.

3. Sudut kemiringan bumi sebesar 23°' dari sumbunya mencegah adanya panas berlebih antara kutub dan khatulistiwa. Panas berlebih ini dapat menghambat pembentukan atmosfer. Bila tidak ada sudut miring, perbedaan suhu antara kutub dan khatulistiwa akan meningkat hebat, dan tidak mungkin tercipta atmosfer yang dapat menyokong kehidupan.
B) Sebuah lapisan diperlukan untuk mencegah lepasnya panas yang telah dihasilkan:
Untuk menjaga agar suhu permukaan bumi berada pada tingkat yang konstan, hilangnya panas harus dicegah, terutama pada malam hari. Untuk itu, dibutuhkan senyawa yang dapat mencegah hilangnya panas dari atmosfer. Kebutuhan ini terpenuhi dengan adanya karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida menutupi bumi seperti selimut dan mencegah hilangnya panas ke angkasa.
C) Di bumi terdapat struktur-struktur tertentu yang menjaga keseimbangan panas antara Kutub dan Khatulistiwa:
Perbedaan Suhu antara daerah Kutub dan Khatulistiwa adalah sebesar 120C. Andaikan perbedaan panas ini terjadi pada permukaan yang rata, akan terjadi pergerakan atmosfer yang hebat. Badai hebat dengan kecepatan 1.000 km/jam akan menjungkirbalikkan dunia, menghancurkan keseimbangan Atmosfer dan atmosfer akan buyar.

Bumi memiliki permukaan yang tidak rata, dan permukaan ini menghalangi timbulnya arus udara kuat yang bisa terjadi akibat perbedaan panas. Ketidakrataan ini dimulai dengan Pegunungan Himalaya antara Cina dan anak benua India, dilanjutkan dengan Pegunungan Taurus di Anatolia, dan mencapai Pegunungan Alpen di Eropa melalui rangkaian gunung menghubungkan Laut Atlantik di Barat dan Laut Pasifik di Timur.

Di lautan, kelebihan panas yang terbentuk di Khatulistiwa akan diteruskan ke Utara dan Selatan dengan memanfaatkan badan air ini, sehingga perbedaan panas ini seimbang.

Seperti terlihat, keberadaan Udara, salah satu unsur dasar kehidupan, menjadi mungkin dengan adanya ribuan keseimbangan Fisik dan Ekologis. Lebih dari itu, adanya kondisi ini tidak cukup bagi kelangsungan hidup di bumi. Andaikan bumi berada dalam kondisi seperti saat ini, dengan struktur Geofisik dan pergerakannya di angkasa, tetapi menempati posisi yang berbeda di Galaksi, keseimbangan tetap akan terganggu.
Sebagai contoh: Bintang yang lebih Kecil daripada Matahari akan menyebabkan Bumi menjadi sangat Dingin (membeku), dan Bintang yang lebih Besar daripada ukuran Matahari akan dapat menghanguskan Bumi.
Pengamatan planet-planet mati di angkasa sudah cukup untuk memahami bahwa Bumi bukanlah hasil dari peristiwa kebetulan yang acak. Kondisi Esensial bagi kehidupan terlalu kompleks untuk terbentuk secara acak dengan sendirinya, dan, tentunya dalam Tata Surya kita, Bumi khusus diciptakan untuk berlangsungnya Kehidupan.

Referensi:


Halaman Selanjuntya

0 komentar

 

πŸ“‘About us | ☎ Contact us | πŸ“£ Privacy Policy | πŸ“ Term of Service