Perjalanan Angin dan Pembentukan Awan serta Hujan (Hal 27)


Terjemahkan Halaman ini ke Bahasa..


Halaman Sebelumnya

Sifat Air yang lain adalah Penguapan dan Pembekuan yang lambat (perlahan). Telah diketahui bahwa pada Musim Panas, Pasir cepat memanas pada siang hari dan juga cepat mendingin pada malam hari. Sebaliknya, suhu Air Laut hanya berubah sekitar 2oC hingga 3oC saja antara Siang dan Malam. Hal ini terjadi karena: Air menjaga suhunya ketika suhu mendadak Naik atau Turun, dan memperlambat Penguapan dan Pembekuan, lihat halaman terdahulu: (mengapa) Air Lambat Memanas dan/atau Lambat Membeku? (link di atas)

(Hal keadaan / kondisi) Berat Awan (di Udara)

Awan dapat menjadi sangat berat, sebagaimana contoh Awan Badai yang disebut Cumulonimbus yang merupakan akumulasi dari sekitar 300.000 ton Air di udara.

Terbentuknya keteraturan yang menjadikan massa air sebesar 300.000 ton dapat melayang di udara, hal sangatlah menakjubkan. Sebuah pertanda pada ayat Al Quran menyeru kepada kita untuk memperhatikan berat awan:
Dan Dialah yang meniupkan Angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Semoga kamu (dapat) mengambil pelajaran.” (QS. Al A'raaf, 7: 57) !

Pergerakan Angin

… dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” QS. Al Jaatsiyah, 45: 5) !
Angin adalah arus udara yang terbentuk di antara dua zona yang memiliki suhu yang berbeda. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Bila terjadi perbedaan di antara pusat tekanan (yakni suhu atmosfer) terlalu tinggi, arus udara (yakni angin) menjadi sangat kuat. Demikianlah terbentuknya angin yang sangat merusak, misalnya angin ribut (topan).

Yang menarik, meskipun terdapat daerah-daerah yang memiliki perbedaan suhu yang sangat jauh seperti antara Khatulistiwa dan Kutub, Bumi tidak selalu dihadapkan pada angin dan tekanan yang kuat, berkat adanya Rintangan dan “pengaturan”. Andai saja arus udara kuat, yang semestinya terbentuk di antara khatulistiwa dan kutub, tidak diperlemah.. maka yang terjadi adalah: bumi akan berubah menjadi planet mati yang didera badai secara terus-menerus.

Pada prinsipnya, perbedaan ketinggian di permukaan bumi, berfungsi sebagai memecah kekuatan angin. Perbedaan ketinggian yang mencolok akan menghasilkan sistem fron dingin dan panas. Seperti yang terlihat pada lereng pegunungan yang lebih rendah, sistem ini dapat menyebabkan munculnya angin baru. Dengan demikian, sistem dengan dua pusat (bi-centered) antara khatulistiwa dan kutub berubah menjadi sistem dengan banyak pusat (multi-centered) berkat adanya tebing-tebing terjal, dan angin diperlemah karena disalurkan ke beberapa arah. Rantai pegunungan pada kerak bumi berfungsi sebagai koridor udara raksasa. Koridor-koridor ini akan membantu angin menyebarkan udara ke seluruh penjuru bumi secara merata.

Kemiringan sumbu Bumi juga berperan penting dalam memper-lemah angin. Andai saja sumbu bumi benar-benar tegak lurus pada orbitnya, bumi akan dilanda badai terus-menerus. Khatulistiwa bumi memiliki kemiringan dengan sudut 23o27' pada bidang orbitnya. Dengan demikian, suhu di daerah antara dua kutub tidaklah tetap, hal ini yang menyebabkan pergantian Musim. Ini berarti juga bahwa tekanan udara menjadi seimbang, sehingga kekuatan angin jadi berkurang. Bila perbedaan suhu antara Khatulistiwa dan kedua Kutub menurun, angin akan bertiup lebih Hangat.

Selain itu, dua lapisan Gas yang menyelimuti planet Bumi tercipta untuk menyeimbangkan perbedaan Suhu. Lapisan Ozon dan Karbon Dioksida menyeimbangkan suhu atmosfer. Lapisan Ozon menyerap Kelebihan sinar Matahari. Sebaliknya, Karbon dioksida berfungsi menahan Panas yang diperoleh dan mencegah Pendinginan.

Inilah Sistem di alam yang luar biasa terdiri atas subsistem-subsistem yang kompleks. Seluruh alam semesta diciptakan untuk memungkinkan adanya kehidupan bagi manusia.

Referensi:


Halaman selanjutnya

0 komentar

 

πŸ“‘About us | ☎ Contact us | πŸ“£ Privacy Policy | πŸ“ Term of Service